Pages

Jumat, 02 Oktober 2015

Liburan Gratis! Yeay!

Yeay!

Hari kamis tanggal 5 Februari 2015, saya bakal nge-trip lagi. Ya, walaupun masih di sekitar-sekitar sini saja sih, belum sampai keluar pulau, apalagi luar negeri (*nghayal) tapi kayaknya trip kali ini bisa disebut keluar pulau deh, tarraaaa ... Kepulauan Seribu.

Ini surprise! Karena trip kali ini amat sangat tidak direncanakan, mendadak, dan begitu mengejutkan. Lebih mengejutkannya lagi trip-nya GRATIS TIS... TIS... TIS... kok bisa? Semua berawal dari job fotografi yang saya ambil sekitar bulan Agustus 2014 lalu, setelah sekian lama nggak berkabar, Tante Rini dan Om Budi (sepasang suami istri yang ngasih saya kesempatan untuk jadi fotografer di proyek mereka) tiba-tiba nge-whatsapp saya. Tante Rini nanyain kabar, lalu ngajak saya dan Fara makan-makan sekalian silaturahmi karena sudah lama tidak bertemu. Sekadar informasi, Fara itu teman sekampus dan saya bisa dapat job itu sebelumnya juga dari dia (tengkyuu Fara ^_^). Jadilah, kami ketemuan hari Senin.

Saat di tempat makan, saya sama Fara mikirnya cuma ... Paling ngajak makan-makan saja sembari ngomongin proyek yang kemarin. Atau mungkin mau minta tolong lagi. Kami sih senang banget kalau mau dikasih proyek lagi. Sebelumnya saya juga sudah bicara sama Fara, kalaupun mereka mau minta tolong untuk ngeliput lagi, kami mau saja selama waktu kita lowong alias nggak bentrok sama jam kuliah. Ternyata mereka nggak cuma ngomongin proyek yang kemarin. Mereka ngomongin proyek ke Kepulauan Seribu. Memang sih Om Budi sempat cerita, tapi saya pikir nggak mungkin juga saya ambil tawaran untuk meliput di Kepulauan Seribu. Ongkosnya mahal (walaupun mereka selalu ngasih uang transport kalau saya dan Fara liputan), lagi pula saya masih kuliah waktu itu, lagi KKL malah, sibuk banget kan?

Tapi, rejeki Allah memang selalu datang dari arah yang tak terduga.

Om Budi dan Tante Rini minta saya, Fara, dan Kak Nabila (anak pasangan tersebut) buat nemenin mereka survei lokasi ke Kepulauan Seribu. Saya capslock ya, CUMA NEMENIN ALIAS JALAN-JALAN, bukan ngeliput untuk proyek mereka. "Jadi nggak ada beban," Gitu sih kata mereka.

Berdasarkan obrolan, kita bakal mengunjungi empat pulau dalam satu hari. Nggak seruuu... coba lebih dari satu hari pasti lebih enak (*Minta ditabok banget ya? Syukur-syukur diajakin, gratis pula hehehe... Bercanda kok). Beberapa pulau yang saya ingat, yaitu Pulau Pari dan Pulau Ayer. Tapi kurang tahu juga karena kemarin baru tawar-menawar harga sama orang travelnya.

FYI again, Om Budi dan Tante Rini mau membangun bisnis majalah, jadi untuk sementara dia butuh penulis dan fotografer lepas yang mau bantu mereka untuk ngeliput, ngambil gambar, dan nulis artikel. Mungkin kalau proyek mereka sudah final, mereka bakal ambil orang yang lebih profesional atau saya yang bakal ngelamar kerja di tempat mereka (*modus mode on). Nggak masalah dong, secara 1,5 tahun lagi saya lulus kuliah, insyAllah.

Well, walaupun trip kali ini cuma sehari dan gratis, saya tetap berusaha untuk cari tahu harga-harga mulai dari harga kendaraan berkunjung ke sana sampai harga tiket dan semacamnya. Juga foto-foto pemandangan yang saya yakin pasti keren banget. Jadi, tunggu cerita selanjutnya :)

Jakarta, 3 Februari 2015



PS: Untuk cerita tentang Kepulauan Seribu ini akan saya buat jadi rangkaian cerita #SatuHariJelajahiPulauSeribu

6 Tips Untuk Traveller Pemula

Siapa sih yang tidak suka liburan? Bisa berpergian ke suatu tempat yang menyenangkan. Sekadar mengisi waktu libur sampai menjadi pelampiasan untuk meluapkan beban pikiran *eh curhat*. Tapi benar lho, orang yang kerap melakukan perjalanan jauh, entah keluar kota ataupun keluar negeri, umumnya merasa jenuh dan lebih menyukai kebebasan. Mereka cenderung tidak dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan tempat tinggal, sekolah, atau kantor, lalu melarikan diri dengan alibi mencari suasana baru. Well, alasan apapun itu, selama bisa bikin kita senang, kenapa nggak?

Hanya saja tidak semua orang pernah melakukan perjalanan jauh. Melakukan liburan keluar kota hingga beberapa hari bahkan berminggu-minggu, bukan perkara sepele. Percaya deh, kita butuh perencanaan yang nggak cuma dipikirin sehari-dua hari. Kita butuh perencanaan yang matang kalau uang kita nggak mau terbuang sia-sia. Ya, intinya terletak pada uang. Traveling hanya bisa dilakukan kalau keuangan mencukupi, alias dompet yang cukup tebal atau ATM cukup terisi. Pengecualian jika kita dapat traveling gratis dari suatu sponsor. Apalagi kalau full traveling alias semuanya sudah dipersiapkan mulai dari tiket pesawat, penginapan, sampai uang saku, sudahlah ... itu sih rejeki anak sholeh banget.

Sumber: https://fiazku.wordpress.com/2012/06/27/tips-liburan-gratis/
Jadi, buat kita yang nggak sholeh-sholeh banget, nggak apa-apa pakai duit sendiri. Tapi kalau keuangan pribadi belum mendukung, ya jangan dipaksa. Mending traveling-nya ditunda, terus nabung lagi yang giat. Karena yang namanya traveling pasti kepengin happy, berharap liburan berjalan lancar, ingin shopping, pergi ke tempat-tempat yang punya landscape menarik, dan itu membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Walaupun jujur, masalah keuangan tergantung kita juga, bagaimana cara mengaturnya. Kalau kita punya sanak saudara atau kenalan yang bisa ditumpangi rumahnya itu lebih baik, setidaknya bisa menghemat uang penginapan. Terlebih lagi, tuan rumah biasanya tidak akan tega membiarkan tamunya kelaparan selama menginap di rumah mereka. Genius idea!

Tapi gimana kalau tempat tujuan kita adalah tempat yang belum pernah kita kunjungi dan kita nggak punya kenalan di sana? No problem, justru bisa jadi nilai plus. Dengan begitu kita bisa mengeksplor tempat tersebut dan mengungkapkan kepada khalayak bahwa kawasan tersebut bisa menjadi destinasi yang seru untuk dikunjungi.

Secara sederhana, tahap-tahap yang harus kita persiapkan sebelum traveling yaitu:

1. BUDGET
Tetapkan budget yang akan kita keluarkan selama traveling. Budget yang sesuai dengan kantong sehingga kita bisa mengira-ngira dengan keuangan segitu, kita bisa pergi ke mana saja? 

2. MAU KEMANA?
Buat satu sampai dua pertanyaan sederhana, seperti "Destinasi apa yang mau saya kunjungi?" atau "Kota mana yang mau saya jelajahi?"

Sumber: http://www.asistenliburan.com/2013/02/packing-list.html
3. LIST WISATA
Anggaplah, pilihan kita jatuh pada Jogjakarta. Lalu, kita bisa searching di mbah google mencari tempat-tempat wisata menarik di Jogja. Entah wisata seperti apa yang kita inginkan, bisa candi, bisa museum, taman air, atau pantai sekalipun. Catat di buku catatan. Buat sebuah list yang berisi tempat-tempat wisata di kawasan Jogja yang sekiranya mau kita kunjungi. Selain itu, penting bagi kita mengetahui informasi seputar harga tiket masuk, jadwal hari dan jam buka-tutup pengunjung, jarak tempuh dari dari lokasi wisata ke penginapan (minimal dari pusat kota), kendaraan menuju lokasi wisata, dan paling penting lokasi tersebut dibuka untuk umum. Bukan lokasi pedalaman atau sektor perindustrian yang membutuhkan izin dari pihak tertentu. Kalaupun berniat ke sana, kita harus tahu kepada siapa kita meminta izinnya. 

4. JADWAL KEBERANGKATAN
Kota tujuan sudah didapat, tempat wisata sudah masuk list, tahap selanjutnya adalah membuat jadwal keberangkatan dan kepulangan. Berapa hari kita berada di sana? Anggaplah, seminggu di Jogja, maka hitungannya dua hari perjalanan PP (dari Jakarta) dan lima hari di Jogja. Setelah fix, silakan pesan tiket PP, bisa bus, kereta, atau pesawat, dan sekali lagi sesuai keuangan. 


Sumber: http://tipsjalan.com/646/tips-liburan-hemat-dan-gratis-tanpa-biaya.php
5. PENGINAPAN
Tahap berikutnya adalah pesan penginapan. Caranya bisa tanya ke teman-teman yang mungkin sebelumnya sudah pernah ke tempat yang ingin kita kunjungi. Atau searching di internet, cari yang sesuai dengan kapasitas harga dan kebutuhan fasilitasnya. Lihat lokasinya, apakah penginapan tersebut dekat dengan bandara, stasiun, atau terminal tempat kita transit atau tidak. Dan paling penting, pesan penginapan dari jauh-jauh hari (umumnya sebulan sebelum check in) mencegah penginapan penuh. Penting untuk diketahui, cari juga review penginapan yang hendak dipesan. Jangan cuma karena murah dan dekat lokasi wisata, terus langsung booking. Pengalaman saya, nginap di salah satu penginapan di Jogja, benar-benar nggak banget. Badan gatal-gatal setiap mau tidur, banyak kutu kasur! 

6. MANTAPKAN LIST!
Silakan memilah-milah lokasi wisata mana yang sudah kita catat di list, yang bisa benar-benar kita kunjungi dalam waktu lima hari itu. Karena kadang, antara satu tempat ke tempat lain, jaraknya berjauhan, dan kita nggak punya cukup waktu untuk mengunjungi semuanya. 

Jadi, selamat merencanakan and happy traveling!

Jakarta, 25 Juli 2015