Sabtu, 13 Februari 2016

Drama Kecil dan Rintik Hujan

Parah!!

Iya parah banget, karena saya baru bisa ngelanjutin tulisan tentang kepulauan seribu sekarang. Padahal traveling-nya setahun yang lalu, 15 Februari 2015 hehehe ... Minta ditimpuk banget ya.

Lanjut ah! Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya dapat ajakan traveling gratis bareng keluarga Kak Nabila. Jadilah saya, Fara, dan keluarga Kak Nabila berangkat usai shalat shubuh dari kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan menuju Pantai Marina Ancol. Jangan tanya berapa jam perjalanan dari Lenteng menuju Pantai Marina, karena saya bakal jawab nggak tahu. Pertama, Jakarta nggak pernah nggak macet; kedua, kalau kamu bergolongan darah AB pasti ngerti alasannya (kami mengidap penyakit cepat ngantuk hihihi ...)

Memasuki kawasan Ancol, mobil yang kami naiki langsung mencari tempat parkir. Lokasinya tepat di depan dermaga. Kami memang berencana menaiki speedboat. Walaupun sebenarnya ada alternatif lain, karena penyewaan speedboat cukup mahal. Klik link berikut untuk referensi harga sewa speedboat. Alternatif lain yang lebih murah yaitu naik kapal motor yang titik keberangkatannya di Pelabuhan Muara Angke (Kali Adem).

Ngomong-ngomong, speedboat yang kami naiki kisaran Rp 5 juta untuk satu hari perjalanan. Adapun lokasi yang akan kami jelajahi yaitu Pulau Onrust, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, dan Pulau Harapan.

Keluar dari mobil, kondisi langit mulai tidak bersahabat. Sempat khawatir sebenarnya, karena pengalaman saya naik kapal cepat pasca hujan besar, ombaknya ampun-ampunan. Tapi untungnya hanya gerimis kecil, jadi perjalanan kami pun tetap dilakukan.



Langit yang mendung
©2015 Nila Fauziyah
Melihat jejeran speedboat yang masih terikat di kayu membuat saya senang bukan main. Kapan-kapan saya ceritakan soal ini.


Dermaga Pantai Marina
©2015 Nila Fauziyah

Intinya saat naik ke salah satu speedboat, sempat ada drama. ^_^

Drama kecil yang lumayan seru
©2015 Nila Fauziyah

Speedboat yang kami tumpangi nggak sesuai dengan perjanjian. Nahkoda yang bakal mengemudikan speedboat-nya juga belum muncul dan saat itu sudah pukul 07.15 WIB. Padahal kami mesti ngebut jelajahi lima pulau dalam satu hari. Akhirnya setelah diskusi panjang lebar (kayaknya sih cuma salah paham) kami pindah speedboat dan langsung cusss ... terbang!

Lho, kok terbang? Bahaya banget buat ibu hamil dan orang yang punya penyakit jantung, saya saranin naik kapal besar yang biasa saja. Selain harga jauh lebih murah, kecepatannya juga stabil. Mungkin pengaruh cuaca juga kali ya, sampai-sampai nyali saya agak ciut. Benar-benar menantang adrenalin. Terpaan angin yang bikin jilbab saya mencang-mencong, goncangan speedboat yang kuat banget. Saking cepatnya, setiap kali menabrak ombak, kapal bakal terasa terbang, selanjutnya jedug! Saya sudah nggak bisa bilang apa-apa lagi saat kabin kapal bertumbuk dengan laut. Begitu saja terus selama perjalanan. Mulai dari ketawa-ketawa norak sampai ada yang mual karena masuk angin, halah ... Masuk ke room pun bukannya tambah enak malah enek, karena di dalam room justru semakin berasa tumbukan antara bawah kabin dengan laut.


Melihat ke arah langit Jakarta
©2015 Nila Fauziyah

==================================================

Sekadar referensi bagi yang ingin naik Kapal Motor dari PELABUHAN MUARA ANGKE:

1) Kapal Motor (KM) Lumba-Lumba:
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Pari
2) Kapal Motor (KM) Kerap:
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Lancang – Pulau Payung – Pulau Tidung
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Pari – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa
Marunda – Muara Baru
3) Kapal Motor (KM) Catamaran 1:
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa
4) Kapal Motor (KM) Catamaran 2 & Catamaran 3:
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Lancang – Pulau Pari – Pulau Payung – Pulau Tidung
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Pari – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa
5) Kapal Motor (KM) Catamaran 3:
Muara Angke – Pulau Untung Jawa – Pulau Pari – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa – Pulau Sebira

Untuk biaya perjalanan:
a) Pulau Untung Jawa/ Pulau Pari/ Pulau Lancang: Rp 42 ribu
b) Pulau Payung / Pulau Tidung / Pulau Pramuka / Pulau Kelapa : Rp 52 ribu
c) Pulau Sebira : Rp 72 ribu

Sedangkan jadwal keberangkatan bisa berubah-ubah tergantung kondisi dan cuaca. Tapi umumnya seperti ini:
a) Dari Pelabuhan Muara Angke: Setiap hari pukul 09.00 WIB dan 11.00 WIB.
b) Dari pulau ke pelabuhan: Setiap hari pukul 13.00 WIB dan 14.00 WIB.

Lama perjalanan sekitar 1-3,5 jam.
Oh iya, pembelian tiket kapal tidak bisa diwakilkan. Jadi harus beli sendiri.

Juga beberapa peraturan yang harus dipatuhi:
1) Setiap orang hanya bisa membawa barang yang berat maksimal 10 kg.
2) Ukuran barang maksimal 50 cm x 50 cm x 50 cm (panjang x lebar x tinggi). Lebih dari batas maksimal, kalian pasti disuruh sewa speedboat, haiss ...
3) Dilarang membawa hewan peliharaan
4) Dilarang membawa senjata api
5) Dilarang merokok dalam kapal
6) Untuk lebih jelas lagi, kalian bisa langsung tanya ke petugas yang ada di pelabuhan ya.


Next Part 3

2 komentar:

 

Nela's Traveling Template by Ipietoon Cute Blog Design