Sabtu, 13 Februari 2016

Pulau Onrust, Saksi Bisu Sejarah Belanda

NOTE: Bagian ini merupakan rangkaian kisah perjalanan #SatuHariJelajahiPulauSeribu. Cerita sebelumnya tentang perjalanan saya menuju dermaga Pantai Marina dan bersiap-siap meluncur ke lokasi pertama, Pulau Onrust.
* * *

Membutuhkan waktu sekitar 23 menit untuk kapal kami menepi di lokasi pertama. Sebelumnya saya sempat kecewa dengan Pulau Onrust, why? Mau saya kasih unjuk rahasia pers dalam mem-framing berita nggak? Kalau mau, coba lihat foto pertama di bawah ini :

Foto dermaga Pulau Onrust dari jarak dekat
©2015 Nila Fauziyah
Gimana? Kelihatannya nggak ada yang aneh kan?

Tapi coba lihat foto selanjutnya:

Foto dermaga Pulau Onrust dari jarak jauh
©2015 Nila Fauziyah
Ini lho yang kerap dilakukan oleh media-media massa. Sekadar penjelasan saja, mem-framing itu istilah yang artinya membingkai suatu peristiwa atau kejadian sesuai dengan keinginan si media. Pasti kita sering menemukan berita atau foto-foto yang "wah" atau terkesan membela satu pihak, tanpa kita sadari bahwa berita atau foto itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan yang ada. Media massa hanya ingin menunjukkan apa yang ingin mereka tunjukkan meski terkadang kenyataannya tidak seperti itu.

Simpelnya, seperti yang saya lakukan di atas. Ketika saya memotret foto pertama, saya berharap kalian akan menilai "ini lho gerbangnya Pulau Onrust. Ada plang, ada perahu." setidak-tidaknya seperti itu. Tapi apakah kalian akan tahu kalau sebenarnya dermaga Pulau Onrust sangat kotor, seandainya kalian tidak melihat foto kedua? Jawabannya pasti tidak. Karena saya tidak menginginkan kalian tahu betapa kotor laut di dermaga Pulau Onrust pada foto pertama.

Air lautnya sampai kehitaman saking banyak sampah. Yang bikin heran, itu sampah-sampah datangnya darimana? Setahu saya, Pulau Onrust bukan pulau yang dihuni oleh warga.

Mau nyalahin wisatawan, tapi nggak punya bukti (meskipun ada kemungkinan), jadi please laut itu bukan tempat sampah! Atau menyalahkan pemerintah provinsi? Hm, saya nggak tahu-menahu nih sudah sebesar apa usaha pemerintah dalam membenahi pulau-pulau di Kepulauan Seribu, karena saya pun baru pertama kali ke sini.

Jujur, saya memang sempat kecewa karena ternyata nggak semua pulau di Kepulauan Seribu itu "wah" seperti kata orang. Padahal Pulau Onrust itu ibarat Kota Tua-nya Kepulauan Seribu. Ada sejarah dan daya tariknya sendiri. Kasihan pengunjungnya ... Kalau mereka ikut tour dari travel ya nggak masalah sih karena tour guide-nya pasti dari awal sudah kasih informasi tentang pulau ini. Tapi kalau pengunjung tanpa travel gimana? Saya yakin, mikir dua kali buat mampir ke Pulau Onrust. Dari dermaganya saja lautnya kotor, tidak berpenghuni, mau ngapain?

Padahal kalau mau dieksplorasi, Pulau Onrust memiliki sejarah dan keunikannya sendiri. Ngomong-ngomong, sebelumnya saya mau tekanin, foto-foto yang saya ambil ini adalah foto setahun lalu. Saya berharap Pulau Onrust yang sekarang sudah mendapat perhatian dari pihak pemerintah *salam damai.

Rasanya nggak adil kalau kita hanya menilai Pulau Onrust dari dermaganya saja. Karena seperti pepatah bilang "Don't judge a book by cover", and ternyata daratan di Pulau Onrust itu bersih banget. Nggak ada sampah yang berserakkan, daun-daun yang gugur pun rata-rata bersih disapu oleh pengurus atau penjaga pulau.

Jalan setapak di depan museum
©2015 Nila Fauziyah
Saya memang tidak sempat mengelilingi keseluruhan Pulau Onrust karena seperti yang saya jelaskan di cerita sebelumnya, saya, Fara, dan keluarga Kak Nabila harus kejar waktu untuk mengunjungi pulau-pulau lain. Tapi kami sempat masuk ke museum arkeologi, satu-satunya bangunan yang masih utuh yang ada di Pulau Onrust.

Bangunan yang didominasi cat dinding berwarna putih ini, menyimpan benda-benda peninggalan zaman Belanda dan benda-benda yang memiliki nilai sejarah bagi Pulau Onrust.

Salah satu ruangan di museum
©2015 Nila Fauziyah

Miniatur denah Pulau Onrust di dalam museum
©2015 Nila Fauziyah
Berjalan-jalan di Pulau Onrust membuat saya merasa sedang syuting film horor hihihi ... canda deh. Suasana di sana memang terbilang sepi. Hal yang wajar karena pulau ini tidak berpenghuni. Hanya ada beberapa penjaga dan pengurus pulau yang sebelumnya sempat menyambut dan menemani kami berkeliling.

Pulau Onrust
©2015 Nila Fauziyah

Pulau Onrust dijadikan cagar budaya dan menjadi "Kota Tua-nya" Kepulauan Seribu karena memiliki sejarah panjang. Bisa dibilang lumayan mengerikan juga. Pulau Onrust ini dulunya, sekitar tahun 1911, pernah menjadi tempat singgah bagi para jamaah haji yang baru saja pulang dari Mekkah. Belanda beralasan bahwa mereka perlu dikarantina kalau-kalau ada yang mengalami sakit atau membawa penyakit menular.

Tapi beberapa sumber mengatakan kalau itu semua hanya akal-akalan Belanda demi mencegah munculnya jamaah dengan "pemikiran baru". Memang pada saat itu, banyak dari jamaah yang pergi ke Arab bukan hanya bertujuan untuk beribadah haji ke Mekkah, melainkan juga berguru kepada ulama-ulama yang berada di Arab. Hal itu dikhawatirkan akan membawa dampak buruk bagi jamaah hingga akhirnya memiliki "kesadaran baru" lalu melakukan pemberontakan. Itu sebabnya, setiap kali Belanda menemukan jamaah semacam itu, mereka akan langsung menyuntik mati para jamaah.

Sisa bangunan dari zaman Belanda
©2015 Nila Fauziyah

12 komentar:

  1. Halo Nila

    Bagus bangt. Fotonya tulisannya juga serasi.

    Nanya : apakah bnar SM kartosuwiryo dimakamkan dipulau itu?

    Terima kasih ats jawabanny

    BalasHapus
  2. nice, enak ya kalo jalan2 trus ditulis ... terkenang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas @farma, saya sengaja. Kalau ngandalin ingatan doang kadang kan bisa lupa. Jadi sebisa mungkin ditulis 😊

      Hapus
  3. baru tau saya, ternyata ada pulau onrust..

    BalasHapus
    Balasan
    1. @santri: Nah kan, memang Pulau Onrust kurang terkenal dibandingkan "saudaranya" yang lain. Makanya Pulau Onrust nggak boleh kotor biar banyak pengunjung

      Hapus
  4. Sungguh sangat di sayangkan tempat bagus tapi sampahnya banyak sekali, semoga ada relewan yang bersedia untuk membersihkannya, klo udh bersih, saya yakin tempat ini pasti banyak di kunjungi.

    BalasHapus
  5. jadi pengen berkunjung dan menikmati suasananya nih mbak

    BalasHapus
  6. udah pernah kesini. sekarang museumnya keliatan lebih bersih ya?

    dan.. masih berasa horrornya!

    BalasHapus
  7. Peninggalan belanda ternyata masih bagus2 ya...

    BalasHapus

 

Nela's Traveling Template by Ipietoon Cute Blog Design