Pages

Kamis, 28 September 2017

Surfing dan Snorkeling Asyik di Pantai Bias Tugel

Pantai Bias Tugel meskipun tersembunyi, tidak kalah eksotis dibanding pantai Sanur atau Kuta. Kebersihan dan ekosistemnya masih sangat terjaga. Tempatnya pun relatif sepi karena belum begitu banyak dikenal.

Menuju Lokasi Pantai Bias Tugel

Akses menuju pantai Bias Tugel memang sedikit sulit. Meskipun hanya ditempuh selama satu setengah jam dari bandara Ngurah Rai, namun rutenya berliku.

Untuk bisa sampai ke pantai Bias Tugel, kamu harus ke Pelabuhan Padang Bai lebih dulu. Kemudian berjalan kaki sejauh 500 meter, siapkan sepatu atau sandal bersol tebal karena jalannya terjal dan berbatu. Kesulitan perjalananmu nantinya akan terbayar oleh indahnya pantai Bias Tugel yang mungil.

Jika kamu beserta rombongan yang cukup banyak, lebih baik sewa mobil saja sejak dari bandara. Di omocars.com kamu bisa memilih mobil yang sesuai dengan selera dan budget-mu.

Keistimewaan Pantai Bias Tugel

Areanya tidak begitu luas dan bisa dijelajahi dalam waktu sebentar. Ada batu karang yang tinggi di sisi kanan dan kiri pantai, seolah menjadi batas alami Bias Tugel dengan pantai sekitarnya.

Kamu yang hobi surfing pasti menyukai tempat ini. Ombaknya yang tinggi akan menguji adrenalinmu.

Kamu juga bisa snorkeling mengintip keindahan bawah laut. Terumbu karang alami dan ikan-ikan terlihat jelas karena kejernihan air lautnya.

Jangan lupa bawa kamera ya, Bias Tugel asyik sekali untuk difoto, apalagi waterblow-nya yang ada di karang sebelah kanan pantai. Tumbukan antara ombak dan karang menyebabkan air tersembur dari dalam batu karang seperti air mancur.

Jaga Kelestarian Pantai

Keistimewaan pantai Bias Tugel lainnya adalah tidak ada tiket masuk alias gratis. Meski begitu “bayarlah” keindahan yang kamu dapatkan dengan cara lain.

Jagalah kebersihan pantai, jangan tinggalkan sampah sedikit pun. Bahkan sepotong kecil plastik bisa melukai ekosistem, memerlukan waktu lama sekali untuk terurai di dasar laut.

Alam, flora, dan fauna yang ada nikmati saja, jangan diganggu. Tak perlu mencoret-coret pohon atau karang. Atau menangkap hewan laut kecil untuk dibawa pulang.

Siapkan Bekalmu

Bagusnya sih kamu membawa bekal sendiri, karena pantai yang sepi ini masih minim fasilitas. Tapi usahakan juga berbagi rejeki dengan beberapa warung yang ada di pantai.

Warung-warung itu menjual makanan dan minuman ringan. Bangunan yang ditempatinya semi permanen beratap daun kelapa kering. Konon saat angin laut sangat kencang, atap itu terbang terbawa angin.

Untuk barang-barang seperti perlengkapan renang dan snorkeling, juga mungkin alas berjemur, kamu memang harus membawanya sendiri. Have fun!

Rabu, 20 September 2017

Pentingkah Asuransi Jiwa Bagi Traveler?

Dewasa ini, banyak orang dengan mudahnya mengaku sebagai traveler. Baru main ke luar kota sedikit, sudah ngaku-ngaku sebagai traveler. Agak berbeda dengan traveler sejati yang benar-benar senang bepergian ke daerah-daerah terpencil, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Traveler sejati bukan hanya sekedar bepergian untuk tamasya, ada motivasi tersendiri, seperti ingin merasakan suasana pedesaan, melihat secara langsung kehidupan di sana, memotret atau menuliskan kisah-kisah perjalanan mereka.


Sumber: themystikmonk.com

Ada rintangan tersendiri di setiap perjalanan mereka. Malah terkadang yang dipikirkan traveler sejati bukanlah, “tempat mana yang paling eksotis untuk dijadikan background selfie” melainkan “tempat mana yang bisa membawa kesan mendalam”.

Tempat yang bisa mereka kenang sampai tua kelak, dan tentunya pemikiran itu tidak didapat dalam sehari-dua hari.

Apalagi, jika akhirnya pilihan mereka jatuh pada tempat-tempat yang ekstrem, misalnya benua antartika. Mereka tentu tahu resiko apa saja akan dihadapi, memprediksi hal-hal buruk yang bisa saja terjadi. Di balik kepuasan yang akan mereka dapatkan, pasti ada kejadian yang tidak terduga. Mereka harus mempersiapkan itu, bahkan yang berhubungan dengan nyawa sekali pun.

Traveler amatiran biasanya tidak berpikir sejauh itu. Mereka cenderung merasa “semakin menantang, semakin bagus pula foto yang dihasilkan”. Tanpa mengerti bahwa mereka bisa saja mengalami cacat karena kecelakaan, meninggal karena terjatuh dari tempat tinggi. Itu semua adalah resiko yang harus kita perhitungkan sebagai seseorang yang mengaku “traveler”.


Sumber: consumerismcommentary.com
Terlebih lagi, kalau kita adalah tulang punggung keluarga. Yang artinya, apabila kita kecelakaan hingga kehilangan nyawa, kita meninggalkan beban kepada keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu, mulailah berpikir mencari alternatif dan solusi. Setidak-tidaknya buat diri kita merasa tenang selama bepergian. Yang pada intinya, alternatif tersebut berfungsi untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi tentu saja, kita selalu berharap yang baik-baik selama perjalanan kan?

Ibarat sedia payung sebelum hujan. Tidak ada salahnya melakukan pencegahan sedini mungkin.

Pencegahan yang dimaksud di sini adalah asuransi jiwa. Asuransi jiwa memang tidak bisa mengembalikan nyawa kita ketika kecelakaan dan meninggal dunia. Karena asuransi jiwa bukanlah Tuhan. Tapi dengan membeli asuransi jiwa, kita bisa mencegah adanya beban berat yang harus ditanggung oleh keluarga.

Asuransi jiwa memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan akan hidup berkecukupan, sebagaimana kehidupan mereka ketika kita masih hidup. Bisa dibilang, asuransi jiwa semacam "warisan" untuk keluarga ketika kita meninggal. Yang manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh keluarga, melainkan untuk diri kita ketika sudah meninggal, misalnya biaya mengurus jenazah, sampai biaya makam (yang bukan rahasia lagi, kalau dari tahun ke tahun harganya semakin mahal).

Bahkan apabila kita meninggal dalam keadaan memiliki utang, asuransi jiwa bisa membantu membayarkan utang tersebut.
***
Memang agak sama dengan asuransi perjalanan. Ketika kita menaiki suatu kendaraan umum seperti pesawat, dalam tiket pesawat itu tentu sudah disertai asuransi keselamatan atas diri kita, kehilangan barang bagasi, dan semacamnya. Namun, perbedaan mendasar antara asuransi jiwa dan asuransi perjalanan terletak pada "kapan asuransi tersebut bisa digunakan?", dan asuransi jiwa tidak terbatas pada waktu kita melakukan perjalanan. Di saat kita berdiam diri di rumah pun, lalu tiba-tiba bencana yang tidak terduga yang membuat kita meninggal, maka keluarga kita akan mendapat santunan asuransi jiwa kita.


Sumber: pybahrain.com

Jadi, bukankah sudah waktunya seorang traveler mulai berpikir, "Apakah saya butuh asuransi jiwa? Pentingkah saya membelinya?"

Because today, life insurance is an item we must have.